_
News Update :

Tahap Pengembangan - sistem pakar -

Senin, 22 April 2013

Menurut Durkin (1994), tahapan yang dilakukan dalam pengembangan sistem pakar, diantaranya:

1.Penilaian (Assessment)
Proses untuk menentukan kalayakan dan justifikasi atas permasalahan yang akan diambil. Setelah itu masalah diperiksa lebih lanjut untuk menentukan tujuan keseluruhan dari proyek. Upaya ini dilakukan untuk menentukan fitur-fitur penting dan ruang lingkup dari proyek, dan juga untuk menetapkan sumber daya yang diperlukan, termasuk diantaranya para pakar dan juga berbagai laporan harus diidentifikasi. Setelah tahap inisialisasi dilakukan persyaratan-persyaratan proyek ditetapkan.

2.Akuisisi pengetahuan
Proses untuk mendapatkan pengetahuan tentang permasalahan yang dibahas dan akan digunakan sebagai panduan dalam upaya pengembangan. Pengetahuan ini digunakan untuk memberikan informasi tentang permasalahan yang menjadi bahan dalam mendesain pakar. Tahap ini meliputi studi dengan diadakannya pertemuan dengan pakar untuk membahas aspek dari permasalahan.

3.Desain
Pengetahuan yang diperoleh selama tahap akuisisi pengetahuan digunakan sebagai pendekatan dalam merepresentasikan pengetahuan pakar dan strategi pemecahan masalah ke dalam sistem pakar. Selama tahap desain, keseluruhan struktur dan organisasi dari sistem pengetahuan harus ditetapkan. Pada tahap desain, sebuah sistem prototype di bangun. Tujuan dari pembangunan prototype tersebut adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas masalah.

4.Pengujian
Tahap dimana dilakukan pengujian terhadap sistem pakar yang telah dibangun

5.Dokumentasi
Dokumentasi diperlukan untuk mengkompilasi seluruh informasi proyek ke dalam bentuk dokumen yang dapat memenuhi persyaratan pengguna dan pengembang dari sistem pakar. Dokumentasi dibutuhkan untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna yang memenuhi persyaratan yang ditemukan pada sebagian besar proyek perangkat lunak. Dokumentasi tersebut menjelaskan tentang bagaimana mengoperasikan sistem dan menyediakan tutorial dalam mengoperasikan fitur utama dari sistem.

Dokumentasi juga harus mendukung pengetahuan pengembang selama proses pengembangan sistem. Secara khusus, dokumentasi harus berisikan kamus pengetahuan yang memberikan persentasi secara teratur dari pengetahuan sistem dan prosedur pemecahan masalah. Hal tersebut ditambahkan pada proyek sebagai pengetahuan yang baru diperoleh.

6.Pemeliharaan
Setelah sistem digunakan dalam lingkungan kerja, maka selanjutnya diperlukan pemeliharaan secara berkala. Pengetahuan itu sifatnya tidak statis melainkan terus tumbuh dan berkembang. Pengetahuan dari sistem perlu diperbaharui dan disempurnakan untuk memenuhi kebutuhan saat ini.


Related Article:

Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di web-blog aplikasi-pakar.blogspot.com
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun.. Dan Happy Blogger ^.^ /

 

© Copyright sistem pakar 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.